Minggu, 03 Januari 2016

welcome 2016

selamat datang 2016 dengan segala harapan

SABAR DAN SYUKUR SEBAGAI JALAN TAWAKAL

SABAR DAN SYUKUR SEBAGAI JALAN TAWAKAL
Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan: “Wahai anakku, hendaklah engkau mempelajari ilmu dan bersikap ikhlas sehingga engkau bersih dari perangkap dan tali kemunafikan. Carilah ilmu karena Allah Azza wa Jalla, bukan karena makhluk atau karena dunia. Dan, ciri pencari ilmu karena Allah adalah, engkau merasa takut kepada Allah ketika datang perintah dan larangan-Nya. Engkau merasa takut dan hina di hadapan-Nya. Lalu, bersikap rendah hati terhadap makhluk tanpa membutuhkannya. Tidak berambisi terhadap apa yang mereka miliki.
Dan, bersahabatlah di jalan Allah, dan bermusuhanlah di jalan Allah. Sebab, persahabatan bukan di jalan Allah adalah permusuhan. Keteguhan selain di jalan Allah adalah kehancuran. Serta, pemberian bukan di jalan-Nya akan terhalang. Rasulullah SAW bersabda, “Iman itu terdiri dari 2 bagian; satu bagian sabar dan satu bagian syukur.”
Jika engkau tidak bersabar atas siksaan dan tidak mensyukuri nikmat, berarti engkau bukan termasuk orang yang beriman. Di antara hakikat Islam adalah mau berserah diri kepada Allah.
Allah SWT berfirman, “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menyediakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka,” (QS 65; 2-3)
Karena itu, berdoalah!
“Ya Allah, hidupkanlah hati kami dengan tawakal kepada-Mu, dengan ketaatan kepada-Mu, dengan mengingat-Mu, dengan menyesuaikan diri kepada-Mu dan dengan kekuatan tauhid kepada-Mu.”
--Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam kitab Fath Ar-Rabbani

takdir tuhan memang tak bisa ditolak

Sebuah pelajaran yang berharga, takdir tuhan memang tak bisa di tolak. Tak mengenal status sosial di dunia, tak mengenal orang pintar, bodoh, miskin, kaya, rajin, preman, ustadz, bahkan ulama sekalipun. Tuhan sudah takdirkan ini, memberi cambukan bahwasanya usia tidak bisa menentukan kedatangan malaikat Izrail. Ajal akan tiba seketika ketika Allah menghendaki nya. Ini bukan ranah nya manusia, tak ada negosiasi dan kompromi. Bagi Nya ini hal yang mudah tapi berat dirasakan oleh manusia. Ketidak siapan mempertanggung jawabkan apa yang ia lakukan selama hidup menjadi beban enggan untuk diistirahatkan.
Dunia memang terlihat begitu indah dimata manusia, harta dan jabatan menjadi alat untuk menguasainya. Materialisme yang dibangun melupakan hakikat manusia sebagai mahluk ciptaan yang diciptakan oleh sang pencipta. Semua ini hanya panggung sandiwara, manusia hanya bisa menjadi tokoh pemeran, watak yang beragam, sifat dan prilaku yang saling bertentangan. Konflik akan terus terjadi sebelum panggung ini ditutup kelak ketika skenario sudah ttamat. ”Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” (Surah Al-Ankabut ayat 64).
Serangan modernisasi yang diluncurkan oleh Amerika sebagai sebagai stimulus agar manusia semakin mengarah kepada kehidupan yang hedonis, mengarahkan manusia kepada meteri sebagai tujuan, terlalu sibuk dengan urusan duniawi seolah Tuhan tidak berperan. Sosialis komunis, liberalis kapitalis membutakan manusia seolah itu adalah pedoman kehidupan. Kedua nya dibenturkan sehingga panggung ini akan terus konflik sepanjang masa. Disitulah manusia akan merugi.
Dalam ilmu matematika, kurva terbagi atas dua sumbu, antara x yang horizontal dan y yang vertikal. Tataran manusia dan dunia berada pada sumbu x, hubungan antar sesama manusia atau hablum minannas. Sedangkan sumbu y merupakan tataran Tuhan yang maha esa, hablum minallah. Kita diperintahkan untuk untuk melakukan kedua nya, hablum minallah dan hablum minannas. Secara matematis berarti kita diperintahkan untuk bisa berada pada garis keseimbangan antara x dan y yang akan membentuk sudut 45 derajat. Antara materialis dan idealis.
Sebagai mahluk pelupa sudi kira nya kita saling mengingatkan jalan kebaikan, saling berbagi dan ikhlas atas kodrat nya. Ini mengingatkan penulis bahwa sanya semua akan terjadi kepada siapapun yang dikehendaki Nya. Semoga bermanfaat.

selamat pagi para penerus bangsa

Selamat pagi para pelurus bangsa
Ingatlah kita bahwa yang menentukan dewasa atau tidak adalah mengetahui mana yang benar dan mana yang salah, tau mana yang hak dan kewajiban. Sesungguh nya manusia dilahirkan di dunia hanyalah sementara. Oleh karena itu mari kita bersama sama saling mengingatkan kepada kebaikan untuk menpersiapkan diri kita kepada dunia yang kekal. Mari kita tunaikan kewajiban kita sebagai mahluk yang berfikir, shalat lima waktu sebagai mana yang di firman kan oleh Allah SWT “dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan ta’atlah kepada rasul supaya kamu diberi rahmat” (QS An Nur 24:56). smile emotikon

ada apa di prancis?

Dua hari yang lalu, dunia terkejut dengan kejadian yang terjadi di paris prancis. Seketika jumat malam paris begitu mencekam, semua nya hening sesekali terdengar suara jerit ketakuran. Bagaimana tidak, petugas keamanan paris kecolongan sehingga akhir nya kelompok teroris berhasil meledakan bom bunuh diri di pusat kota, kurang lebih 60 orang meninggal dan puluhan lainya luka luka.
Kasus teror tersebut merupakan puncak dari berbagai serangan yang pernah terjadi sebelum nya. Presiden prancis menyayangkan dan mengecam kejadian tersebut, dia akan terus memburu pelaku nya yang diduga dilakukan oleh kelompok teroris radikal timur tengah, yakni ISIS yang baru beberapa jam menyatakan bahwa kami (ISIS) bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Bukan hanya presiden prancis, semua pemimpin dunia ikut angkat bicara mengutuk kejadian tersebut. Barack Obama sebagai presiden Amerika Serikat mengecam dan mengutuk kejadian tersebut. Ia menilai kejadian tersebut sudah tidak memiliki nilai nilai kemanusiaan, mereka meneror warga sipil yang tak berdosa dan ini bukan hanya ditunjukan kepada warga paris tapi untuk seluruh dunia.
Semua media tertuju ke paris, hampir setiap waktu berita yang ditayangkan adalah kejadian teror di paris. Tidak terkecuali di Indonesia, hampir semua media mengangkat kejadian tersebut, pagi, siang, malam yang terlihat diberitakan adalah kekejaman teror yang menimpa warga barat yang tak berdosa.
Namun kejadian tersebut adalah kejadian kecil yang sering terjadi di tanah palestina. Keseharian mereka ditemani dentuman bom, aktivitas mereka ditemani suara tembakan senjata api yang tak pernah senyap, mereka mendengar itu setiap waktu. Aktivitas mengkafani jenazah sudah tak aneh lagi seolah menjadi sebuah kewajiban rutinitas dalam kehidupan mereka, tangisan kehilangan seolah menjadi sebuah arisan, tinggal menunggu waktu, giliran keluarga siapa yang kali ini gugur ditembus peluru kematian.
Palestina terus diteror, sudah ribuan nyawa menghilang begitu saja akibat teror yang terus dilancarkan oleh militer Israel. Bukan hanya nyawa, tanah air mereka pun kian hari kian menyempit. Mereka menjerit melebihi rakyat paris yang menjerit, mereka lebih tertindas melebihi apa yang rakyat paris rasakan. Namun apakah dunia melihat kejadian di palestina sebuah kejahatan teror internasional? rasa nya tidak. Amerika Serikat melalui departemen luar negeri nya enggan mengakatan bahwa serangkaian yang terjadi di palestina bukan merupakan sebuah tindakan teror.
Para pemimpin dunia bungkam, seolah semua baik baik saja. Media tak pernah geram melihat kejadian tersebut seolah alergi yang tiap kali kambuh. Dimana fungsi PBB sebagai organisasi perdamaian dunia yang mengedepankan keadilan? Tak pernah ada respon sedikitpun dari dunia.
Yang paling menyedihkan, ketika terjadi kasus teroris semua mata tertuju pada Islam. Semua tindak terorisme selalu dikaitkan dengan muslim. Terlebih ketika ISIS dengan resmi nya mengakui dan bertanggung jawab atas kejadian teror di paris tersebut. Islam kembali disudutkan.
Islam tidak mengenal konsep teror, tidak mengajarkan tindak kekerasan apalagi melakukan bom bunuh diri dengan alasan jihad. Jangan samakan Islam dengan ISIS, ISIS bukan islam, tindakan mereka jauh dari ajaran Islam.
Dalam hal ini, media sebagai pusat informssi harus benar benar netral, selektif terhadap informssi yang akan disampaikan, jangan sampai menyudutkan apalagi membuat propaganda dan konspirasi. Saya sendiri mengecam dan menyayangkan tindak terorisme yang terjadi di paris, namun jangan sampai kejadian tersebut menjadi alasan mereka untuk menyerang negara timur tengah seperti yang pernah dilakukan amerika terhadap afghanistan.
Semua ini hanya Allah yang tahu, ini hanya sebatas opini penulis. Kalau ada kata kata yang tidak berkenan dihati pembaca mohon dimaafkan. Terimakasih smile emotikon

untuk apa mengeluh?

Mengeluh hanya akan menambah beban, hidup bukan untuk mengeluh tapi hidup untuk dinikmati. Kegiatan sepadat apa pun takan terasa jika tanpa dirasa, proses ku hari ini adalah langkah untuk bisa mengenal Mu lebih dekat lagi. Masalah yang menimpa ku akan membuat aku mengerti akan kedewasaan, tekanan yang dirasa akan menjadi tolakan untuk melompat yang lebih tinggi. Salam hangat dari ku untuk kalian yang tersayang.
Selamat pagi, selamat beraktifitas smile emotikon