Selasa, 01 Desember 2015

hanya setipis benang saja

apalah arti memiliki,ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami?
apalah arti cinta,ketika kami menangis terluka atas perasaan yang seharusnya indah ?
bukankah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan?
dan tidak terbilang keinginan melupakan saat kami rindu? hingga rindu dan melupakan jaraknya setipis benang saja !

rinduku padamu

bterkadang mata ini iri kepada hati, karena kau ada namun tak tampak dimataku.
hati ini meyakini kau ada meski entah dibelahan bumi mana.
yang aku tahu, kelak kau akan menyempurnakan hidupku disini.
maka, saat hatiku telah mengenal fitrahnya, aku akan berusaha mencintaimu dengan cara yang dicintaiNya

Mungkin sebaiknya kita tahu

Mungkin sebaiknya kita tahu
Satu, hanya teman terbaik yang berani bicara jelek tentang kita di hadapan kita, yang bisa berbeda pendapat, bilang salah jika itu memang salah. Jika dia hanya bicara manis selalu, setiap saat bilang iya, itu tidak selalu berarti kabar baik. Boleh jadi di belakang kita, dia bicara buruk.
Dua, hanya teman terbaik yang akan ada di sekitar kita, bahkan dalam situasi terburuk sekalipun. Rajin bertanya di saat susah, datang menemui saat kita sakit, dan situasi lainnya. Sementara teman palsu, dia bahkan mulai lupa saat kita tidak lagi kaya, populer, dsbgnya.
Tiga, hanya teman terbaik yang menolak memanfaatkan temannya. Dia tidak ingin ikut kaya, populer, mendapatkan pekerjaan karena temannya. Pertemanan baginya bukan kesempatan, melainkan respek, saling menghargai. Sebaliknya, teman KW, alias abal-abal, dia tidak tahu malu, memanfaatkan setiap sisi yang ada.
Empat, terakhir, jika kita ingin punya teman terbaik, maka mulailah menjadi orang yang baik. Sejarah mencatat, bahkan Nabi pun memiliki sahabat-sahabat sejati. Semakin baik kualitas seseorang, maka semakin baik pula teman yang dimilikinya. Jangan bertanya apakah orang lain bisa menjadi teman terbaik, tapi bertanyalah, apakah kita bisa menjadi teman terbaik tersebut.
*Tere Liye

jadilah orang yang berpengaruh bukan terpengaruh

lebih baiknya bisa menjadi contoh untuk teman atau entah yang kamu anggap sahabatmu menjadi lebih baik paham pergaulan bagaimana seharusnya karna semua hal pasti memiliki batas jangan lupa fikirkan penilaian orang meskipun mungkin yang kamu anggap itu baik belum tentu menurut Allah baik ataupun menurut orang lain,saya yakin kamu paham bagaimana seharusnya dan kamu bisa memberikan pengaruh baik bagi orang lain jangan sampai semua ilmu yang kamu punya tidak teraplikasikan

pandailah membawa diri

Tidak semua yg tersenyum pada kita itu teman, dan tidak semua yang menyakiti kita itu musuh.
Tidak semua yang bermanis2 ria kepada kita itu sahabat, dan tidak semua yang berkata tegas, terasa jleb, sakit itu lawan."
Nasehat lama ini bukan menyuruh kita berprasangka buruk, tapi agar kita senantiasa lebih pandai membawa diri.

kenali siapa orang itu

Di dunia ini, ada orang-orang yang memilih pergi, ada yang memutuskan tinggal.
Ada orang-orang yang melupakan, ada yang memilih mengingat.
Ada orang-orang yang menyayangi, pun ada yang tidak peduli lagi.
Maka, fokuslah pada yang tinggal, mengingat dan menyayangi. Bukan yang pergi, melupakan dan tidak peduli. Jangan dibalik, agar kita senantiasa bahagia.
*Tere Liye

Pengaruh Filsafat Ilmu Dalam Profesi Pendidik



Pengaruh Filsafat Ilmu Dalam Profesi Pendidik



ABSTRAK
Filsafat ilmu merupakan bagian dari filsafat yang dapat menjawab beberapa pertanyaan mengenai hakikat ilmu.filsafat ilmu mempelajari dasar-dasar filsafat, asumsi dan implikasi dari ilmu itu sendiri.dalam karya tulis ini membahas mengenai pengaruh filsafat ilmu dalam pendidikan sekolah dasar, karena pada hakikatnya untuk memperoleh hasil belajar yang maksimal dalam dunia pendidikan terutama dalam pendidikan sekolah dasar pendidik dituntut untuk menjadi manusia yang bijaksana manusia yang dapat mengaplikasikan filsafat ilmu itu sendiri. Pendidikan membutuhkan filsafat karena masalah-masalah pendidikan tidak hanya menyangkut pelaksanaan pendidikan yang dibatasi pengalaman, tetapi pada masalah-masalah yang lebih luas, lebih dalam serta lebih kompleks, yang tidak dibatasi pengalaman maupun fakta-fakta pendidikan,dan tidak memungkinkan dapat dijangkau oleh sains pendidikan.



“Rampak bedug masih lestari di Anyer”



Kesenian rampak bedug yang dijadikan kesenian terpenting di SMA Negeri 1 Anyer

Kesenian rampak bedug meupakan suatu kesenian yang berasal dari kata “bedug” bedug merupskan sebuah alat yang digunakan di hamper setiap masjid, sebagai alat atau media informasi datangnya waktu shalat wajib 5 waktu. Dan demikian juga dengan seni ngebedug sudah akrab ditelinga bangsa kita, “Rampak Bedug” adalah kesenian yang hanya berasal dari daerah Banten sebagai cirri khas seni budaya Banten. Kata “rampak” mengandung makna “serempak” jadi Rampak Bedug adalah seni bedug dengan menggunakan waditra berupa “banyak” bedug dan ditabuh secara serempak sehingga menghasilkan irama yang enak didengar. Rampak Bedug dapat dikatakan sebagai pengembangan dari seni bedug atau ngadulag. Bila ngadulag dapat dimainkan oleh siapa saja, maka rampak bedug hanya bisa dimainkan oleh pemain professional.  

masa terindah

Masa2 dmn murid lari2 krn takut gerbang sekolah keburu ditutup, kalau ada razia diomelin guru krn nggak pake sepatu hitam & seragam ketat kekecilan, nyari2 alasan buat keluar kls (biasanya nyolong2 ke kamar mandi, trs balik kls pas jam pelajaran udah mau habis), ngerjain PR di sekolah, satu catatan dijadikan contekan masal, ketiduran di kls sampe ditegur guru, ada murid cewek yg suka pake kerdus (kerudung dusta) buat dengerin lagu pake headset kalau guru yg gak asyik lg nerangin, ada murid cowok sembunyi2 ngerokok di tempat sepi, dilabrak rame2 sm kakak kelas, atau sok2an labrak adek kelas biar diblg keren, kisah kasih di sekolah, nyolong2 ke kantin pas jam kosong, remedial waktu nilai ulangan jelek, minta tugas tambahan utk perbaikan nilai, pura2 jd anak baik supaya dapet nilai afektif bagus diraport, dan masiiiiiiih banyak lagi.
Waktu SMA, guru2 yg ngejar kita. Kalau nggak ikut ulangan atau ujian lgs disuruh ikut ujian susulan. Di dunia kuliah, mahasiswa yg harus ngejar dosen, karena mahasiswa yg butuh dosen. Dosen nggak mau ambil pusing. Kalau mahasiswa nggak datang, tinggal dikasih nilai seadanya sesuai kelakuan. Di SMA yg males masih dinaik kelasin, di kuliah, yg males ditinggalin. Di kelas, guru yg nyamperin murid dari kelas satu ke kelas lain. Muridnya cukup diem, nyiapin alat tulis. Bahkan udah segitu mudahnya pun, masih aja ada yg males. Kalau kuliah mahasiswa yg mesti pindah2 kelas ngikutin dosen itu ‘ngetem’-nya di ruangan mana. Tiap hari yg ada ya pemandangan slide berganti slide sbg bahan pembelajaran dikelas, ujiannya jelek ya tinggal pasrah, telat masuk kelas ya terpaksa ngerelain jatah absen. Mondar-mandir ke perpus cari bahan referensi buat tugas makalah, mondar-mandir nyari jadwal kelas dmn, UTS, UAS, tugas, presentasi, tiada hari tanpa power point. Sirik sm temen itu biasa, gak peduli mereka mau kuliah atau cuma setor muka, bodo amat sm temen yg lg ngulang dikelas junior. Uang jajan mulai menipis ya nikmati warteg atau mie instan. Salah2 cari pacar malah bikin hari2 tambah nista, salah2 atur jadwal kuliah malah byk ngulang bareng adek junior. Apes adalah makanan sehari2. Apalagi saat bertempur di medan skripsi. Gak kuat iman, rasa2nya mau bunuh diri. Banyakin stock sabar, hati besi, mental baja. Makin akhir kuliah, makin susah ketemu tmn. Pertengahan semester susah ngumpul alasannya byk tugas, semester akhir alasannya karena skripsi. Setelah lulus, janji2 tetap ngumpul tinggallah wacana belaka. Udah lulus makin susah buat ngumpul, alasannya sibuk kerja. Belum lg kalau udah ada yg berkeluarga. Ujung2nya, sampe tua itu ngumpul nggak jadi2.
Tanpa kita sadari, atau mungkin sebenarnya sudah sadar cuma nggak terlalu kita pedulikan, bahwa ada satu tempat, lebih tepatnya satu fase kehidupan yg begitu surgawi. Begitu mudahnya kebahagiaan dirasakan pada fase itu. Ya, fase itu adalah masa sekolah, khususnya, masa SMA. Adek2 yg skg msh SMA pasti banyak yg blg "gue pgn cpt lulus, pgn cpt kuliah!" Emg kuliah itu mudah? Kalian bakal ketemu byk tmn yg dtg kalau ada butuhnya aja, bakal kesel kalau ada dosen tiba2 gak dtg pdhl udah nunggu bbrp jam, bakal ketemu dosen baik tau2 dpt nilai C, ketemu dosen galak tp dpt nilai A, siap gak tidur seharian demi tugas & sediakan jurus pasrah saat hari libur ada kls pengganti. Kalau kalian nanti udah seumuran gue, udah lulus SMA bertahun2, udah lulus kuliah, udah ngelewatin masa dmn ngeliat sosial media isinya banyak postingan org ttg pernikahan, akan ada saatnya blg "Eh, rasa2nya gue kangen pgn balik lg ke jaman SMA". Mau baik ataupun buruk tetap itu adalah masa yg paling gak bisa dilupakan. So, buat adek2, gunakan masa2 sekolah kalian dg having fun brg temen2, masa itu gak akan pernah balik lagi! Nikmati hari2 sekolah seperti remaja sewajarnya, manfaatkan waktu dg hal2 yg baik, jgn terlalu hedonis, msh sekolah gak usah neko2 kebanyakan gaya, pinter2 jaga diri, jaman sekarang kebebasan jd kebablasan, jgn pula byk mengeluh ini itu, ingat selalu perjuangan org tua mati2an memberi pendidikan terbaik utk anaknya. Ketika kalian sudah ngerasain suka dukanya di perguruan tinggi itu seperti apa, dan sudah ngerasain perihnya jatuh bangun cari duit sendiri itu bagaimana, ketika itu pulalah kalian akan betul2 mengerti kenapa kalian perlu belajar keras & serius saat kalian masih duduk di bangku sekolah. Berjuang tidak semudah yg kalian kira dek. Kalian harus punya banyak tabungan mental yg cukup kuat dan ilmu pengetahuan yg sangat luas.

ASUMSI DAN IMPLIKASI DARI FILSAFAT ILMU DALAM PENDIDIKAN




ABSTRAK
Abstrak tulisan ini membahas tentang asumsi dan implikasi dari filsafat ilmu terhadap pendidikan Filsafat ilmu yang merupakan bagian dari filsafat yang menjawab beberapa pertanyaan mengenai hakikat ilmu, bidang ini mempelajari dasar-dasar filsafat, asumsi dan implikasi dari ilmu yang didalamnya terdapat ilmu alam dan ilmu sosial. Disini, filsafat ilmu berkaitan erat dengan epistemologi dan ontology. Filsafat ilmu berusaha untuk menjelaskan masalah-masalah seperti: apa dan bagaimana suatu konsep dan pernyataan dapat disebut sebagai ilmiah,bagaimana onsep tersebut dilahirkan, bagaimana ilmu dapat menjelaskan validitas dari sebuah informasi. Formulasi dan penggunaan metode ilmiah, macam-macam penalaran yang dapat digunakan dalam kesimpulan, serta implikasi metode dan model ilmiah terhdap masyarakat dan terhadap ilmu pengetahuan itu sendiri.
Kata Kunci: Asumsi Filsafat, pendidikan

Minggu, 18 Oktober 2015

JANGAN PERNAH BERTANYA SALAHKU APA?

Kesulitan dan ujian selalu datang tiba_tiba. jika diibaratkan tamu mungkin mereka paling buruk yang pernah ada. sudah tak pernah bilang bilang kapan mau datang mereka pun selalu membawa hal buruk sebagai buah tangan. tk hanya itu tak peduli seberapa sopan kita menyuruh mereka pulang mereka juga tak segan untuk berlama lama tinggal 
"aku salah apa sampai diuji seberat ini"kata hati kecil di tengah rasa frustasi..
tapi layakkah
pertanyaan itu kita ajukan ? tidakkah kita sadar manusia memang hidup untuk menerima ujian

Rabu, 14 Oktober 2015

Pengaruh game online terhadap anak-anak



Pengaruh game online terhadap anak-anak

Seiring dengan majunya teknologi, dapat kita jumpai dengan mudah berbagai macam jasa penyedia layanan game online. Di kota-kota besar seperti Jakarta misalnya, hampir setiap kelurahan bahkan RW, RT sampai tiap gang kita dapati dengan mudah jasa warung internet yang menyediakan game online. Hal tersebut disebabkan karena naiknya jumlah konsumen atau member pengguna jasa tersebut. Tak dinafikan bahwa sebagian besar klien nya adalah anak dibawah umur yang masih mengenyam bangku sekolah kisaran 7-16 tahun. Bahkan dibeberapa tempat ada yang usianya dibawah 7 tahun. Lalu apa yang mereka lakukan disitu? Jelas apalagi kalau bukan menikmati suguhan produk dari internet berupa game online. Hebatnya lagi pemilik warung internet mematok harga yang murah, tarif dikenakan paket sesuai jam yang telah ditentukan. Semakin lama waktu bermain tarif akan semakin murah, begitu seterusnya. Contoh-contoh game yang biasa dimainkan secara online melalui PC misalnya: GTA, counter strike, point blank, ayo dance, modo marble, dan lain sebagainya. Permainan yang disediakan juga permainan yang bersifat kontinuitas, contohnya seperti game yang mengumpulkan poin, persaingan, dan lain sebagainya. Tentu hal itu dapat menarik anak untuk bermain setiap hari secara berkala demi mendapatkan poin, atau bersaing dengan teman sebayanya. Yang lebih parah lagi tidak sedikit juga dari game yang disediakan berbau unsur pornografi. Sehingga dengan mudah dan murahnya akses internet yang dijangkau membuat anak rela melakukan segala cara demi bermain game online.
            Dampak Game Online terhadap Perkembangan Anak Didik di Sekolah
Anak yang kecanduan bermain game online tentu akan berdampak terhadap aktivitasnya di sekolah. Anak cenderung kurang berkonsentrasi terhadap kegiatan belajar disekolah sebab oatknya sudah kelelahan terpakai saat main game online. Akibatnya anak ketinggalan pelajaran disekolah dan berdampak pada hasil ujiannya. Selain itu akibat waktu yang tersita dengan bermain game menyebabkan anak kekurangan waktu belajar dirumah sehingga PR dan tugas-tugasnya terbengkalai.Baru-baru ini dari American Academy of Neurology menyebutkan bahwa bermain game secara berlebihan tidak hanya berdampak buruk terhadap perilaku anak, tetapi juga otak anak itu sendiri. Bermain game dalam porsi yang berlebihan justru dapat merusak perkembangan otak. Dopamin dalam otak merupakan neurotransmitter yang membantu mengontrol pusat kepuasan dan kesenangan di otak.Dopamin juga mengatur tindakan dan tanggapan emosional. Lalu peran game disini adalah dapat mengaktifkan pusat kesenangan di otak dan merangsang emosi positif itu sendiri. Masalahnya adalah, game didesain untuk menargetkan pusat kesenangan ini, dan saat bermain game otak kemudian merespon dengan memproduksi Dopamin lebih sedikit dari kebutuhan, akhirnya games bisa berakhir pada kekurangan pasukan dopamine yang menyebabkan kurang fokusnya seseorang secara emosional. Tentu hal ini sangat mengganggu bagi anak didik yang masih mengenyam bangku sekolah untuk mengikuti kegiatan belajar. Dampak dari game online juga bisa membuat anak pasif, anak jadi canggung ketika harus berhadapan dengan teman sebayanya sebab dirinya terbiasa berhadapan dengan benda mati berupa komputer. Akhirnya proses komunikasi anak pun akan terganggu, anak jadi sedikit memiliki teman dan jauh dari proses sosialisasi yang baik.

   
F             faktor yang Menjadi Penyebab Kecanduan Anak terhadap Game Online
Tentunya banyak sekali faktor yang menyebabkan anak mengalami kecanduan terhadap dunia maya khususnya game online. Baik dari sisi psikologis (dari dalam) maupun lingkungan (dari luar).  Faktor psikologis anak atau hasrat dari anak sendiri misalya, dengan adanya game online seolah membangkitkan kepuasan anak untuk mempelajari hal yang baru, seolah game bukanlah sesuatu yang merusak atau negatif, melainkan suatu hiburan yang sah saja mereka lakukan. Walau tanpa disadari hal tersebut mempengaruhi pola fikir mereka.Selain itu, game yang ada sengaja dibuat menarik untuk terus dimainkan sehingga menyebabkan anak berlomba-lomba untuk selalu bermain demi mengumpulkan point atau sekadar bersaing dengan teman lainnya. Jika dilihat dari sisi luar atau lingkungan misalnya lokasi warung internet yang dekat dengan rumah, sehingga anak dapat dengan mudah menjangkau bahkan ada yang di fasilitasi dirumahnya. Maka sudah tidak diragukan lagi kalau game online bagi anak sudah menjadi kebutuhan kedua setelah kebutuhan pokok.



        Upaya Pencegahan Anak terhadap Pengaruh Game Online
Upaya pencegahan dalam hal ini merujuk kepada peran orang tua dan guru selaku orang dewasa yang berhubungan langsung dengan anak.

-          Peran Orang Tua Dirumah:
Orang tua yang sibuk diluar rumah akan mempengaruhi psikis anak. Anak cenderung merasa kesepian dan merasa butuh sesuatu untuk dijadikan pengalihan dari rasa kesepiannya itu. Si anak justru merasa ingin menyamai orang tua yang sama sibuknya, namun pola fikir anak ini masih rentan sehingga apabila tidak diawasi maka pengalihan-pengalihan yang mereka lakukan akan membawa kepada hal yang negatif. Selain itu orang tua yang sekalipun ada dirumah namun tidak mau memperhatikan anaknya sama halnya. Jarang memberi nasehat, kasih sayang, ataupun bentuk perhatian lain yang membuat anak merasa nyaman. Sehingga demikian tidak salah jika anak merasa ingin mendapat kebahagiaan diluar dengan caranya sendiri. Anak-anak cenderung mengikuti apa yang orang tua lakukan, demikian jika orang tua berperilaku suka bermain internet atau sejenisnya di depan anak secara terang-terangan. Tentu akan menimbulkan kecenderungan anak mengikuti perilaku tersebut. Anak merasa sah saja jika bermain game online sepuasnya sebab selama ini anak disuguhkan dengan orang tua yang juga senang bermain game online. Dari hal diatas tentu menjadi PR yang sangat sulit bagi para orang tua untuk senantiasa berupaya menjadi orang tua yang mampu mendidik anak. Berikut paparan solusi dari peran orang tua terhadap anak dirumah:
1.      Orang tua diharapkan tidak semua bekerja diluar rumah. Usahakan ada salah satu orang tua yang mengawasi dan mengasuh anak secara langsung, disarankan adalah ibu. Sebab naluri ibu yang kuat dalam merawat dan mendidik si buah hati sehingga diharapkan dari didikan dan kasih sayang ibu inilah anak dapat patuh dan dibentuk karakternya menjadi baik. Atau minimal ada seseorang yang mengawasi tingkah laku si anak jika memang sudah terlewat batas. Atau jika kedua orang tua terpaksa harus bekerja, terutama bagi ibu carilah pekerjaan yang tidak terlalu memakan waktu secara penuh seperti berjualan, atau bekerja paruh waktu, agar disaat jam-jam tertentu yang strategis ibu masih dapat mengontrol anak dengan baik.
2.      Hal ini yang menjadi sorotan bahwa tidak jarang orang tua yang hanya memiliki kasih sayang secara naluri saja, dalam arti orang tua hanya mencukupi kebutuhan materi anak saja, tanpa memberikan pendidikan moral maupun spiritual yang mampu meningkatkan kecerdasan anak. orang tua ada namun seolah tidak ada, sebab anak dibebaskan begitu saja mengikuti arus tanpa ada pendidikan khusus. Hal tersebut banyak kita temui pada masyarakat di kalangan menengah kebawah yang dimana hampir semua orang tua mereka tidak mengenyam bangku pendidikan. Akhirnya anak lah yang menjadi korban salah asuhan dari orang tua yang seperti ini. Menjadi orang tua bukanlah mudah maka dari itu harus benar-benar memiliki ilmu agar anak dan generasi kita tidak terenggut masa depannya oleh dampak negatif lingkungan.
3.      Orang tua adalah orang yang berhadapan langsung dengan anak. setiap hari, setiap saat, dimanapun dan kapanpun. Maka setiap perilaku orang tua menjadi cermin bagi anak dalam bersikap. Berikan teladan yang baik didepan anak. Bentuk kepribadian anak melalui sikap yang orang tua lakukan setiap hari. Jika orang tua sudah memberikan contoh yang baik maka anak hanya tinggal meniru hal itu dan mempraktekannya di lingkungan yang akan anak hadapi kedepan.
4.      Terakhir orang tua juga harus dapat mengalihkan kecanduan anak kepada game online dengan aktivitas lain yang tak kalah menarik. Seperti kegiatan memancing, berkebun, atau memelihara hewan peliharaan. Hal ini akan membuat si anak sibuk namun bermanfaat. Hal ini harus dilakukan juga sesuai hobi si anak, agar ia cenderung melepaskan kecanduan game online itu dengan ringan dan hati yang senang. Sehingga bisa dikatakan bahwa si anak dapat meninggalkan kesenangan untuk kesenangan lain yang lebih bermanfaat.

-          Peran Guru di Sekolah:
Guru adalah orang tua disekolah. Guru adalah oang yang bertanggung jawab terhadap perilaku anak didik disekolah. Walau dalam hal ini guru yang memang paling banyak dirugikan yaitu menanggung anak murid yang kecanduan internet akibat pola asuh yang salah dari rumah. Maka sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap anak didik disekolah, guru sedikit banyaknya harus memberikan andil yang besar dalam membantu menangani permasalahan anak didiknya. Berikut beberapa peran guru yang harus dilakukan:
1.      Guru harus mengetahui keadaan dan kondisi muridnya saat kegiatan belajar berlangsung. Guru harus dapat membaca perilaku peserta didiknya, apakah ada murid yang memperhatikan atau tidak, ada yang mendapat nilai jelek ketika ulangan, dan ada anak yang pasif atau mengasingkan diri dari lingkungannya.
2.      Seorang guru harus aktif menanyakan anak didiknya yang terlihat turun dalam motivasi belajar. Hal ini dapat terindikasi dari merosotnya nilai murid misalnya, atau murid yang ketika ditanya tidak mampu menjawab, atau murid yang kurang berpartisipasi dalam proses kegiatan belajar.
3.      Guru harus memberikan solusi terhadap anak didik dari permasalahan yang dialami. Guru harus mampu membimbing anak didik, memberikan perlakuan khusus kepada si anak pecandu game online ini seperti les tambahan agar setidaknya ia tidak ketinggalan pelajaran di sekolah. Arahkan anak didik agar aktif baik didalam kelas maupun diluar kelas untuk mampu mengikuti berbagai kegiatan. Kegiatan ekstrakurikuler misalnya seperti Pramuka, Olahraga, Kesenian dll. Hal ini dilakukan untuk melatih kecakapan anak, sebagai solusi dari kepasifan anak akibat kecanduan internet.
4.      Guru harus mengkomunikasikan terhadap orang tua akan perihal yang dialami anak didiknya. Bahwa hal ini masalah yang serius, perlu adanya kerjasama antar pihak orang tua maupun guru agar si anak ini hilang kecanduannya.
5.      Hal terakhir yang harus dilakukan jika si anak mash belum lepas kecanduan internetnya maka perlu meminta bantuan psikolog anak yang dapat men-terapi anak agar sembuh dari kecanduannya.